Minggu, 01 Januari 2023

Bangun Potensi, Bangun Koneksi


Tiga hari terakhir (jum'at - ahad) saya menghadiri pelantikan sekaligus mengawal tarpim dan rakerpim PC IMM Kab. Bantaeng & PC IMM Barru. Keliling dan bertemu pejabat daerah sudah menjadi tugas dan amanah sebagai pimpinan DPD IMM Sulsel.

Kita berharap dalam kepemimpinan organisasi memberikan dampak signifikan terhadap pengembangan SDM para pemuda di Sulawesi Selatan. IMM sebagai organisasi Islam akan terus berusaha mencetak pemimpin yang berkarakter, bermartabat, berkeadilan dan berkemajuan. Sehingga melahirkan pemimpin yang bermoral, memiliki skil kepemimpinan, manajemen kepemimpinan yang tentu dibutuhkan oleh konteks zaman hari ini.

Skil kepemimpinan yang dimiliki pemuda merupakan modal dasar menjadi pemimpin umat dan bangsa pada masa-masa yang akan datang, maka teruslah mengolah diri, membangun potensi, membangun koneksi sebagai upaya menebar kebermanfaatan untuk sesama.

Kita juga berharap bahwa pemerintah dan OKP terus bersinergi, berkolaborasi, membangun daerah. Senantiasa berdialog dengan pikiran-pikiran sehat, dan berkemajuan.

#Kita hari ini adalah kita nanti. 

Makassar, 22/05/22


Luar Biasa, Santri Pesantren Muhammadiyah Balassuka Meraih Juara Pada Kegiatan Kemah Tahfidz Pesantren Muhammadiyah Sulsel



Saya mengucapkan selamat kepada dua orang Santriwati (Nurul Insa Putri dan Putri Naya), Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Balassuka atas prestasi lomba yang telah diikuti pada kegiatan Kemah Tahfidz di Kab. Bantaeng, (24-27/12/2022). 

Predikat juara yang diraih oleh salah satu santri kita merupakan suatu prestasi  dan kebanggaan bagi pesantren Muhammadiyah Balassuka. Sebab ini merupakan yang pertama kalinya pesantren Muhammadiyah Balassuka ikut berpartisipasi dan berkompetisi dalam kegiatan pesantren Muhammadiyah se-Sulsel, dan berhasil mendapat juara pada salah satu item lomba yang diikuti. 

Ini berkat do'a dan support kita semua dalam mendukung segala kegiatan-kegiatan pesantren. Peran seluruh stakeholder, pimpinan, pembina, orang tua santri, serta masyarakat yang berkontribusi secara aktif. 


Kita berharap bahwa pesantren Muhammadiyah Balassuka senantiasa eksis dan mampu bersaing dengan pesantren yang sudah maju. Menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas, kompetitif, adaptif, serta fasilitas pesantren yang mendukung kemajuan. 

Fastabikul Khaerat..

Sabtu, 31 Desember 2022

Pandemi Berakhir? (Penerima BLT sisa 10%), 2023 Saatnya Pemdes Fokus Program Pemberdayaan dan Pembangunan di Balassuka

Pemerintah Desa, BPD bersama penerima BLT

Kemarin (30/12) saya bersama pemerintah Desa Balassuka melaksanakan musyawarah penetapan kelompok Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa untuk APBDes tahun 2023.

Dalam musyawarah ini, kami membahas soal batas minimum dan maksimal penerima BLT. Dari hasil musyawarah ini, kita telah menyepakati 10% batas minimum dari batas maksimum 25% kelompok penerima manfaat KPM untuk tahun anggaran 2023. Penetapan KPM 10% ini otomatis akan mengurangi jumlah penerima, yang tahun lalu sebanyak 40% dengan jumlah penerima 135 penerima manfaat. Sedangkan tahun 2023 hanya 10% dengan jumlah penerima lebih sedikit dari sebelumnya. 

Pengurangan jumlah penerima BLT ini berdasarkan peraturan Kemenkeu tentang Pengelolaan Dana Desa nomor 201/PMK.07/2022, yang menjadi dasar bagi pemerintah Desa menganggarkan Dana Desa dalam APBDes tahun anggaran 2023.

Saya melihat bahwa penerima BLT secara personalia selama pandemi covid-19 ini cukup membantu dan meringankan beban hidup masyarakat. Namun disisi lain belum bisa dirasakan secara kolektif karena ikut berdampak pada pengurangan anggaran program perioritas pemberdayaan dan pembangunan yang bersumber dari Dana Desa. 
Penetapan KPM 10% BLT APBDes 2023, (Jum'at, 30/12/2022)
Selama ini 40% APBDes Desa Balassuka kita arahkan kepada BLT. Soal-soal siapa penerima BLT setiap saat jadi polemik yang tidak sedikit menimbulkan perdebatan serta gejolak baik dikalangan pemerintah begitupun di masyarakat. Makanya penetapan 10% KPM BLT ini merupakan upaya mempresur lebih sedikit jumlah penerima. Supaya tidak banyak lagi bercekcok hanya karena BLT, juga otomatis mengurangi great angka kemiskinan sesuai standar kemensos. 

Peserta Musyawarah Desa (Musdes)
Selain itu, ini merupakan langkah produktif untuk memulihkan kembali program yang lain. Pemerintah desa akan bisa lebih fokus pada program pemberdayaan dan pembangunan yang berorientasi pada asas kebermanfaatan secara kolektif, keadilan dan kesejahteraan masyarakat.

Kita berharap diakhir tahun ini, dan mengawali tahun baru 2023. Pandemi ini segera berakhir, tidak ada lagi pembatasan sosial yang membatasi ruang gerak masyarakat. Sehingga keadaan secepatnya bisa kembali normal, sektor pendidikan, ekonomi, pertanian bisa berjalan stabil dan lebih maju. Dalam kondisi yang ideal dan normal, pemerintah bersama BPD akan bisa berinovasi secara kreatif, melakukan hal baru dan loncatan besar dengan jumlah anggaran yang besar. Itu semua bisa kita lakukan dengan kerjasama dan dukungan semua stakeholder memajukan Desa Balassuka.

Ikhwan, Wakil Ketua BPD Desa Balassuka

Jumat, 16 Desember 2022

Pulau Sembilan, Spot Wisata Eksotis Menyimpan Nuansa Ketenangan

Sedang diatas kapal, menuju pulau sembilan

Kemarin saya mengunjungi pulau Sembilan, Kab. Sinjai bersama dengan teman-teman Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kab. Sinjai. Bagi saya Ini merupakan agenda refresing setelah mengikuti pelantikan dan rakerpim DPD IMM Sulsel di Kota Pare-pare pada akhir bulan lalu, kemudian bertugas menjadi instruktur IMM di Kab. Bulukumba dan Kab. Sinjai Kurang lebih dua pekan secara berturut-turut.


Ini yang pertama kalinya saya berkunjung di Pulau yang berada di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Untuk sampai pada salah satu pulau Sembilan, kami difasilitasi oleh Immawan Aqram (PC IMM Sinjai) menggunakan kapal milik bapaknya di pelabuhan Cappa Ujung. Untuk sampai di Pulau Sembilan ada dua pilihan bisa ditempuh, kapal penumpang yang  menempuh jarak kurang lebih 60 menit dan speed boat kurang lebih 20 menit perjalanan.

 

Bagi saya yang lahir dan besar dipegunungan, ini merupakan hal baru. Walaupun sebenarnya sudah pernah naik kapal laut beberapa tahun lalu, tapi nuansa dan momentnya agak berbeda. Ditengah laut, saya menikmati pemandangan yang indah, dari jarak kejauhan saya menyaksikan gunung-gunung berjejeran di daerah Bone, Bulukumba, serta pegunungan yang ada ditempat saya Kab. Gowa. Daerah tetangga dengan Kab. Sinjai. Maha besar Tuhan dengan segala ciptaannya.

Setelah kurang lebih 60 menit perjalanan, kami tiba dikawasan pulau Sembilan. Namanya pulau Kanalo II Desa Persatuan. Kebutulan ada salah satu senior IMM Sinjai yang tinggal di Pulau ini, disinilah kami istrahat dan bermalam. Pulau yang tenang, jauh dari suara kendaraan yang ribut seperti halnya di Kota. Disini tidak satupun kendaraan (motor dan mobil) yang lalu Lalang. Anda mungkin bisa membayangkan bagaimana nuansanya yah. Untuk berkunjung kerumah tetangga dan dermaga, cukup dengan jalan kaki. Masyarakat disini adalah mayoritas nelayan, sumber kehidupannya ada pada laut. Ada juga Instansi pemerintahan (kantor desa), beberapa pelaku UMKM. Untuk kebutuhan hidup seperti beras dan kebutuhan hidup lainnya sumbernya dari Kota yang dibawa oleh kapal laut dengan waktu tertentu.

Pulau Sembilan ini merupakan salah satu kecamatan di Kab. Sinjai, yang terdiri dari empat Desa, yakni Desa Buhung Pitue, Desa Pulau Harapan, Desa Padaelo, dan Desa Pulau Persatuan. Sesuai namanya, Pulau Sembilan Sinjai terdiri atas sembilan pulau. Pulau Sembilan ini memiliki nama lain, diantaranya adalah pulau Kanalo I, Pulau Kanalo II, Pulau Larearea, Pulau Kodingare, Pulau Batanglampe, Pulau Katingodang, Pulau Liang Liang, Pulau Kambuno, dan juga Pulau Burunglo’e.

Suasana pulau sembilan

Pulau Larearea salah satu pulau yang kami kunjungi , ini adalah satu pulau  yang tidak berpenghuni. Pulau ini memiliki air yang jernih, pasir putih dan tentunya pemandangan pantai yang eksotis. Ada berbagai spot wisata yang bisa menjadi pilihan saat mengunjungi Pulau ini. Nuansanya begitu tenang. Saya begtu menikmati perjalanan ini. Walapun tidak semua pulau saya kunjungi, namun saya yakin bahwa disetip pulau punya keanekaragaman yang tidak kalah menarik. Yang pasti, tidak sekedar refresing. Namun ada hal-hal baru dan pelajaran yang berarti yang saya temukan. Gowa, 16/12/2022.

Senin, 30 Mei 2022

Bukan Tentang Usia Yang Sekian Lama, Tapi Tentang Kualitas Diri Seperti Apa Ia Berkontribusi dan Bermanfaat


Milad saya pada hari ini, usia 26 tahun. Merupakan sebuah renungan tentang waktu yang telah berlalu sekian lama. Terlalu banyak kemudian fase hidup yang telah dilalui dengan berbagai dinamikinya. Yang pasti, saya menyadari bahwa bertambahnya usia berarti jatah hidup yang diberikan oleh Tuhan pun semakin berkurang. Ia bagaikan tali yang ditarik, semakin ia ditarik maka ia semakin berkurang.

Ketika saya kembali merenungi roda kehidupan yang ku lalui, saya ternyata belum mampu mengenali siapa diriku yang sebenarnya, saya belum begitu berarti, sosok saya belum bisa berbuat yang terbaik kepada kedua orang tuaku, guru dan sahabat-sahabatku.

Saya yakin bahwa sejak masih dalam kandungan Ibuku, kedua orang tua ku sangat mendambakan dan merindukan kelahiranku. Mereka pasti sangat bahagia ketika saya lahir dalam keadaan sehat, normal, dan selamat. Baginya, saya adalah mutiara baru yang lahir mendamaikan hatinya dihari itu. Saya berharap dambaan tentang sosok diriku yang lahir dan tumbuh dewasa adalah sesuatu yang mendamaikan keluargaku hari ini seperti ketika saya dilahirkan dua pulu tahun silam. Upayahku adalah menjadi anak yang berbakti, berakidah yang baik, serta mampu bermanfaat kepada sesama.

Jadi bukan tentang usiaku yang sekian lama, tetapi tentang kualitas diri yang sejauh mana ia berkontribusi dan bermanfaat. Dan diriku yang ternyata masih “biasa saja”, sekedar mengikuti ritme tanpa membenah diri. Renungilah itu semua ditengah usiamu hari ini. . .



Kepada semua, terimakasih atas motivasi dan do’a terbaiknya.

Benteng Balangnipa, Sinjai, (30 Mei 2022)

 


Jatah Hidup, Ia Bagaikan Tali Yang Ditarik. Semakin Ia Ditarik Maka Ia Semakin Berkurang

Milad saya pada hari ini, usia 26 tahun. Merupakan sebuah renungan tentang waktu yang telah berlalu sekian lama. Terlalu banyak kemudian fase hidup yang telah dilalui dengan berbagai dinamikinya. Yang pasti, saya menyadari bahwa bertambahnya usia berarti jatah hidup yang diberikan oleh Tuhan pun semakin berkurang. Ia bagaikan tali yang ditarik, semakin ia ditarik maka ia semakin berkurang.

Ketika saya kembali merenungi roda kehidupan yang ku lalui, saya ternyata belum mampu mengenali siapa diriku yang sebenarnya, saya belum begitu berarti, sosok saya belum bisa berbuat yang terbaik kepada kedua orang tuaku, guru dan sahabat-sahabatku.

Saya yakin bahwa sejak masih dalam kandungan Ibuku, kedua orang tua ku sangat mendambakan dan merindukan kelahiranku. Mereka pasti sangat bahagia ketika saya lahir dalam keadaan sehat, normal, dan selamat. Baginya, saya adalah mutiara baru yang lahir mendamaikan hatinya dihari itu. Saya berharap dambaan tentang sosok diriku yang lahir dan tumbuh dewasa adalah sesuatu yang mendamaikan keluargaku hari ini seperti ketika saya dilahirkan dua pulu tahun silam. Upayahku adalah menjadi anak yang berbakti, berakidah yang baik, serta mampu bermanfaat kepada sesama.

Jadi bukan tentang usiaku yang sekian lama, tetapi tentang kualitas diri yang sejauh mana ia berkontribusi dan bermanfaat. Dan diriku yang ternyata masih “biasa saja”, sekedar mengikuti ritme tanpa membenah diri. Renungilah itu semua ditengah usiamu hari ini. . .

Kepada semua, terimakasih atas motivasi dan do’a terbaiknya.

Benteng Balangnipa, Sinjai, (30 Mei 2022)




 

Rabu, 11 Mei 2022

Setelah Megister, Tulisan Ini Kupersembahkan Kepada Orangtua dan Guruku


Oleh: Muh Ikhwan 

Kepada kedua orang tuaku yang tiada sebanding olehya dengan perjuangan serta do’anya kepadaku. Belum sampai daku harus membalasnya dengan cara apa dan bagaimana. Saya bisa jadi apa yang sekarang karena orang tuaku yang sangat luar biasa mendidik dalam diam. Namanya adalah Tajuddin dan Harlina, mereka adalah petani yang sederhana. Saya bangga terlahir dari orang tua dan keluarga yang sederhana. Karena kesederhanaan itu membuat saya termotivasi untuk bangkit dan berusaha mandiri. Karena kesederhanan itu, diluar sana ketika saya menempuh pendidikan, saya tetap menjadi saya yang terbiasa dengan pola hidup sederhana atas didikannya. Karena kesederhanaan itu, saya tidak perlu malu dan gengsi dalam hidup. Inilah yang membuat saya belajar tentang nilai kemandirian, tidak pada ketergantungan materi. Namun tetap bergantung pada nilai moril yang begitu berarti.

Dari sejumlah tokoh pemikir dan pergerakan yang menginspirasiku, orang tuaku adalah tokoh utamanya. Ia sempat berpikir dan bergerak karenaku. Walaupun keduanya bukan siapa-siapa dimata orang lain, pikiran dan gerakanya tidak dirasakan oleh siapapun. Namun ia adalah tokoh yang mewarnai ekstalasi kehidupanku hari ini. Darahnya mengalir dalam tubuhku. Sebabnya, saya menjadi kuat dengan segala terpaan. Atas segala kasihmu kepadaku, baktiku belum mampu kutunaikan atas segala jasamu. Belum lagi kehadiranku adalah beban pikiranmu, tingkahku yang membuatmu kecewa dan sakit hati karenaku. Maafku, hanya ini yang mampu kupersembahkan sampai hari ini, Predikat Pendidikan Magister. Yang setahuku, kuliah S1 saja pun sempat kau ragukan karena segala kesederhanaan dan keterbatasan hidup. Inilah kejutan semesta kupersembahkan. Terimakasih tak terhingga. 

Kepada Guruku, dengan segala keterbatasan dan kemampuan mereka mendidiku diwaktu sekolah atas tingkah lakuku, paling nakal, dongo’, dan paling tidak patuh pada aturan sekolah. Saya dikenal bukan karena pintar, cerdas, atau prestasi akademik. Namun karena predikat kenakalan. Semua guru dan teman-teman ku tahu siapa aku sejak itu. 

Guruku, kau tetap sabar dan Ikhlas mendidik serta mendo’akan ku. Terimakasih atas segala jasa-jasamu. Hari ini telah kupersembahkan gelar akademik dalam kurun waktu 3 tahun 6 bulan (S1), dan 1 tahun 8 bulan (S2), ini semua karena berkat jasamu. Tanpamu, yang dulu memperkenalku satu huruf lalu mendikteku dibangku sekolah. Lewat itu, saya terlatih menulis dan mampu berkarya lewat tulisan. Apapun jenis tulisan, Jurnal, Skripsi, Tesis (karya ilmiah), news, opini, dan sebagainya mampu saya tulis karena pernah dengan terpaksa menulis pada buku catatan walaupun sebenarnya sejak itu saya menulis dalam keadaan penuh keterpaksaaan dan perasaan bosan. 

Guruku, saya tetap muridmu. Tidak ada alasan apapun untuk kau tetap mengakui dan memanggilku sebagai siswa atau anak didikanmu. Tetap beriku nasehat, didik aku dengan caramu, ingatkan kan aku agar tetap belajar. 

Motto Hidup: Perjuanganku adalah Motivasiku. (30 Juli 2021) 
Tulisan ini saya tulis satu tahun sebelum selesai S2 Pascasarjana UIN Alauddin Makassar. (Gowa, 12/05/2022)

Optimis Bangun Ekosistem Pertanian

Kemarin (19/07/24) saya bersama petani Milenial Tombolo Pao, Gowa, dalam kegiatan star up program YESS 2024 di BPP Kanreapia. Berbagai infor...