Selasa, 03 Maret 2020
Bedah buku season l, IPM Balassuka (Memahami Ideologi Muhammadiyah, HNS/2014)
Bedah Buku Season lll, IPM Balassuka (Memahami Ideologi Muhammadiyah,HNS/2014)
Minggu, 05 Januari 2020
Gerakan Musiman Dalam Muhammadiyah
(Opinews)
Oleh : Muh. Ikhwan, (Aktivis IMM Cab. Gowa, PRM Balassuka)
Alhamdulillah jika makin banyak orang yang mau terlibat dengan program-program Muhammadiyah, terutama jika keterlibatan mereka memang ingin menyumbangkan Ilmu dan berbagai keahlian yang dimiliki. Muhammadiyah berterimakasih dengan adanya orang-orang seperti itu.
Keterlibatan mereka dalam program Muhammadiyah merupakan salah satu pokok bagaimana kemudian organisasi ini akan terlihat lebih dinamis tidak statis.
Menurut Ayahanda Prof.Dr. Haedar Nashir, M.Si (Ketum PPM), Muhammadiyah memiliki problem orientasi salah satunya karena adanya aktivis semata-mata berorientasi profesional atau proyek belaka, intinya ada uang ada jasa".
Konsep profesional dalam bermuhammadiyah tidak parsial hanya didasarkan pada prinsip ada uang ada jasa seperti yang diungkapkan diatas. Profesional juga bukan semata-mata menuju pada keahlian semata karena pengabdian disalah satu amal usaha. Menjadi seorang guru, tenaga medis dalam amal usaha membutuhkan keahlian atau ilmu dalam bekerja, mereka bekerja karena profesi dan keahlian.
Prinsip profesionalitas bermuhammadiyah tanpa diiringi dengan nilai-nilai ideologis akan melahirkan gerakan musiman dalam Muhammadiyah, gerakannnya dadakan dan tiba-tiba. Saya terbiasa merenung dan menyaksikan banyak dikalangan orang Muhammadiyah yang tidak sadar menjadikan organisasi ini layaknya seperti proyek yang memang urusannya adalah uang. Hitung-hitungan keahlian, dan pengabdian lalu kemudian menunggu hasil sesaat. Nanti bergerak jika ada imbalan.
Mereka tidak mau tahu dengan urusan-urusan, seluk- beluk organisasi yang secara universal menyentuh hajat orang banyak. Orientasi gerakan dan kultur Muhammadiyah yang telah terbangun teracuhkan. Mereka sering tidak memahami prinsip-prinsip, budaya, kebiasan-kebiasan dan mekanisme organisasi yang selama ini sebagai kekuatan dalam melakukan gerakan.
Gerakan musiman Muhammadiyah itu bersifat dadakan atau tiba-tiba. Tiba-tiba ingin bekerja, berjuang, berdakwah dalam bingkai organisasi. Kadangkala hilang dan seketika muncul, memiliki prinsip profesionalitas karena keahlian, ada uang ada jasa. Kata guru saya bermuhammadoe' (Ayahanda Abd.Hamid PRM Balassuka), Dalam istilah bugis Makassar Bermuhammadoe' adalah Bermuhammadiyah karena ada uang.
Orang bermuhammadoe' baginya adalah sekedar menggugurkan kewajiban sebagai tenaga profesional yang menjadikan uang adalah komponen pokok atau hal utama dalam setiap aktivitas Muhammadiyah. Padahal, ada komponen selain itu yang sangat fundamental yang harus ditanamkan pada setiap gerakan.
Kata Haedar Nashir (Dinamisasi Gerakan Muhammadiyah,Cet. 2015) "Bermuhammadiyah itu membutuhkan spirit, komitemen, tanggungjawab moralitas dan pengabdian yang menyatu pada prinsip ideologi gerakan".
Jika prinsip dan nilai ideologis terbangun kepada mereka yang hanya bergerak karena keahlian, musiman, profesi. Kemudian dengan dasar keikhlasan, paham mekanisme organisasi, in sha Allah problem Orientasi Muhammadiyah hari ini akan terbendung.
Karenanya siapapun mereka yang terlibat dalam aktivitas Muhammadiyah dituntut memahami ideologi, budaya dan sistem organisasi. Apakah dalam melaksankan program Muhammadiyah secara mandiri atau secara kerjasama.
Sistem organisasi mulai dari Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sebagai pijakan utama dalam berbagai ketentuan yang dijalankan sejak didirikannya sampai sakarang. Sehingga sampai hari ini Muhammadiyah mampu berkiprah untuk kepentingan umat dan bangsa.
Namun, sekirnya masih dilakukan pembiaran gerakan musiman dalam bermuhammadiyah, hal ini justru akan melahirkan kemandekan, melemahkan dan membelokkan gerakan.
Fastabikul khaerat. Wassalam.
Gowa, 30/12/2019.
Minggu, 07 Juli 2019
Ingin Pemuda Berpartisipasi dalam Pembangunan Desa, Kepala Desa Balassuka Aktifkan Karang Taruna
Minggu, 30 Juni 2019
Pemuda Asal Jeneponto Tabrak Tiang Rambu Lalu Lintas di Parangloe
Rabu, 12 Juni 2019
Muhadharah Siswa, Menambah Pengalam Menciptakan Pelajar Terampil dan Mandiri di Perguruan Muhammadiyah Balassuka
Feature. Sejak tahun 1987 sekitar tiga puluh tahun lalu pasca didirikannya amal usaha Muhammadiyah dibidang pendidikan di Balassuka . Perguruan Muhammadiyah Balassuka yakni MTS dan MA sebagai madrasah pada tingkat SLTP/SLTA telah berusaha menampung para pelajar yang berada di Balassuka dan sekitarnya. Memiliki orientasi yang jelas dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
Perguruan Muhammadiyah Balassuka sejak didirikannya telah menghasilkan ribuan alumni yang sudah tersebar dibeberapa tempat. Terdata beberapa alumni yang terdaftar sebagai tenaga kerja dibeberapa instansi dan pemerintah seperti pegawai Negeri, Polisi dan Tentara.
Bentuk pengabdian dari setiap alumni perguruan Muhammadiyah Balassuka merupakan suatu keberhasilan yang telah dicapai bagi tenaga pendidik saat dibangku sekolah.
Perguruan Muhammadiyah Balassuka sebagai salah sekolah swasta yang berada dipelosok desa tidak ingin kendor dalam pengelolaan madrasah. Berbagai hal kemajuan telah dicapai, mulai dari sumber daya manusia dan fasilitas sekolah yang sudah ada.
Abd. Malik selaku kepala Perguruan Muhammadiyah Balassuka mengaku tentang berbagai kemajuan yang dicapai sejak sepuluh tahun terakhir, Mulai dari tersedianya prasarana sekolah baik di MTS dan MA. Sehingga sekolah telah mampu mencapai sertifikasi negara, Madrasah Tsanawiyah A dan Madrasah Aliyah C.
Pencapaian yang diraih oleh sekolah swasta ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi sekolah, masyarakat dan pemerintah setempat.
Dalam hal pembinaan, tenaga pendidik sejumlah tiga puluh guru terus berupaya menggali potensi akademik Siswa/i di perguruan Muhammadiyah Balassuka.
Salah satu Program yang dicanangkan guru dan kepala Perguruan Muhammadiyah Balassuka adalah kegiatan muhadharah siswa.
Sebagai sekolah yang berbasis agama, Muhadharah merupakan kegiatan yang cukup efektif untuk melatih keberanian dan keterampilan siswa. Berani berbicara di depan orang banyak dalam hal pesan-pesan moral keagamaan.
Siswa yang memiliki keterampilan muhadharah dengan baik, maka menjadi modal awal baginya untuk terjun ke masyarakat, baik diperguruan tinggi maupun ditempat dimana mereka berdomisili.
Apabila keberanian dan kemampuan ini dikembangkan dengan baik, maka tidak menutup kemungkinan dia akan menjadi seorang orator yang hebat, yang bisa menempatkan dirinya di hadapan masyarakat pendengar yang beraneka ragam.
Aktivitas muhadharah yang dilakukan oleh siswa Perguruan Muhammadiyah Balassuka rutin dilaksanakan sebelum melaksanakan shalat dzuhur berjamaah. Pada kegiatan ini siswa terlibat pada beberapa rangkain kegiatan yakni siswa yang bertindak sebagai pembawa acara, mengaji dan ceramah.
Beberapa alumni Perguruan Muhammadiyah Balassuka mengaku bahwa kegiatan muhadharah banyak memberikan manfaat dalam kehidupan baik secara pribadi maupun bermasyarakat.
Hal ini dirasakan oleh Ikbal yang kemudian merupakan da'i, alumni Perguruan Muhammadiyah Balassuka. Ia telah banyak tampil dipanggung-panggung akademik maupun ditengah-tengah masyarakat dalam hal memberikan pencerahan tentang sosial keagamaan.
Berkat pembinaan yang dilakukan oleh tenaga pendidik diperguruan Muhammadiyah Balassuka, alumni telah banyak berkontribusi terhadap pengembangan masyarakat Islam dimanapun ia berada.
Sehingga, Muhammadiyah sebagai organisasi yang bergerak dibidang pendidikan mampu mencapai tujuan pendidikan secara umum. Hal inilah yang terus dilakukan Muhammadiyah disetiap tempat, ikut melangsungkan, mengelola dan menjadi lokomotif gerakan pencerdasaan kemanusian melalui jalur pendidikan terhadap bangsa dan tanah air Indonesia.
Oleh, Muh Ikhwan.
Senin, 10 Juni 2019
Jalan Retak di Balassuka, Diduga Akibat Pergeseran Tanah
Alumni Fakultas Dakwah dan Komunikasi UINAM
Optimis Bangun Ekosistem Pertanian
Kemarin (19/07/24) saya bersama petani Milenial Tombolo Pao, Gowa, dalam kegiatan star up program YESS 2024 di BPP Kanreapia. Berbagai infor...
-
Feature. Sejak tahun 1987 sekitar tiga puluh tahun lalu pasca didirikannya amal usaha Muhammadiyah dibidang pendidikan di Balassuka . Per...
-
Sedang diatas kapal, menuju pulau sembilan Kemarin saya mengunjungi pulau Sembilan, Kab. Sinjai bersama dengan teman-teman Ikatan Mahasiswa ...
-
Oleh, Muh. Ikhwan Opini. Nuansa Ramdhan tahun ini 1441 H nampak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun lalu mungkin kita m...







